Image

 

Kerja Praktek adalah sebuah sarana bagi seorang Mahasiswa untuk mengetahui pelaksanaan sebuah proyek konstruksi. Melalui Kerja Praktek seorang Mahasiswa dapat mengamati dan menganalisa jalannya sebuah proyek konstruksi. Di beberapa Universitas, Kerja Praktek merupakan kegiatan yang wajib diikuti oleh  seorang Mahasiswa. Jika seorang Mahasiswa belum melakukan Kerja Praktek maka Mahasiswa tersebut belum diperbolehkan untuk mengerjakanl Tugas Akhir atau yang lebih dikenal dengan sebutan skripsi.

Universitas tempat saya menempuh studi (Universitas Sriwijaya, Fakultas Teknik, Jurusan Teknik Sipil) membebani kegiatan Kerja Praktek dengan 3 sks. Seorang Mahasiswa diwajibkan untuk mengikuti setiap tahapan Kerja Praktek sesuai dengan bahasan yang diambil selama minimal 2 bulan, dengan intensitas kehadiran setiap minggunya minimal 6 jam. Bahasan yang diambil dalam kegiatan Kerja Praktek cukup bervariasi, diantaranya konstruksi struktur bawah (pengerjaan pondasi), struktur atas (pengerjaan rangka atap), Manajemen Proyek dll.

Setelah mengikuti Kerja Praktek selama kurang lebih 2 bulan Mahasiswa diwajibkan untuk menyusun Laporan Kerja Praktek dan mempresentasikannya dalam sebuah seminar. Isi dari laporan tersebut adalah tinjauan pelaksanaan pengerjaan proyek, analisa perhitungan, disertai dengan dokumentasi dan data-data proyek baik secara umum maupun secara khusus.

Sesuai dengan pengalaman saya ketika melakukan Kerja Praktek, ternyata kegiatan ini memang cukup melelahkan. Untuk pengurusan surat permohonan pengajuan Kerja Praktek kepada pihak owner dan kontraktor saja saya memerlukan waktu hingga 1 bulan lamanya. Ditambah lagi dengan 2 bulan Kerja Praktek, pembuatan laporan, asistensi dengan dosen pembimbing, revisi laporan dll. Cukup menguras tenaga, waktu dan pikiran. Semoga saja setelah menjalani semua ini kita bisa  mendapatkan tambahan ilmu dan pengalaman demi kebaikan masa depan kita semua. Aamiin….