Bebek adalah binatang yang memiliki intelegensi rendah jika dibandingkan dengan anjing. Anjing mudah dilatih & memiliki intelegensi tinggi, disamping itu anjing juga mampu mendengar jenis suara berfrekuensi rendah (infrasonic). Namun demikian kita jarang melihat ada bebek yg tertabrak, sedang kita sering melihat banyak bangkai anjing yang tertabrak, mengapa? ternyata bebek memiliki keistemewaan yang tidak dimiliki anjing. Bebek senantiasa hidup berjamaah, kompak dalam satu gerak, kemanapun pergi senantiasa berjamaah, bebekpun binatang yang istiqamah dalam bersikap & bertindak. Ketika sedang dalam kandang ia bersuara “wek..wek..” begitu juga ketika berada di jalan, di sawah, di perkampungan bahkan di mall-mall atau swalayan, bebek selalu bersuara “wek..wek..” Sungguh istiqamah..!

 

Ketika rombongan bebek ingin menyebrang di jalan raya, maka seketika para pengguna jalan berhenti sejenak untuk menghormati iring-iringan bebek. Berbeda dengan anjing, kebanyakan hidupnya sendirian, tidak mau bahkan jarang berjamaah. Anjingpun tidak istiqamah dalam berucap & bersuara. Kepada orang lain yang tidak dikenal ia menggonggong tetapi kepada tuannya ia bersuara manja, meski memiliki kepekaan & kecerdasaan tinggi tetapi karena hidupnya lebih suka sendiri dan tidak suka berjamaah maka ia sering tertabrak di jalan raya. Jadi, marilah kita belajar dari bebek…. ^_^

 

(source: hasil copy-paste dengan pengeditan seperlunya)